Ramai UMKM Ngeluh Omzet Turun, Daya Beli Loyo Dituding Jadi Biang Kerok
02/06/2025 13:01
Media sosial diramaikan oleh kabar yang menyebut omzet Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menurun. Daya beli yang melemah dituding sebagai penyebabnya.
Ketua Umum Asosiasi IUMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny pun menyampaikan sejumlah penyebab fenomena tersebut terjadi. Hermawati menilai penjualan hingga omzet yang menurun terjadi sejak berbulan-bulan lalu. Menurut Hermawati, hal ini terjadi lantaran daya beli masyarakat yang melemah hingga efisiensi yang diterapkan pemerintah.
"Sebenarnya kan ini sudah dari bulan-bulan kemarin tuh UMKM memang pendapatannya turun ya. Ditambah dengan memang daya beli masyarakat turun karena memang pendapatannya stuck atau mungkin malah berkurang sehingga mereka harus mengencangkan ikat pinggang gitu loh," kata dia kepada detikcom, Senin (2/6/2025).
Dia juga menyoroti produk-produk impor yang dijual murah di Indonesia. Beberapa produk impor yang dapat mengancam UMKM, seperti makanan kemasan, buah-buahan hingga perlengkapan rumah tangga. Menurut dia, produk impor dibanderol dengan harga murah menjadi pemicu UMKM kalah saing.
"Itu kan produk impor itu dari makanan kemasan, dari buah saja kan ada dari kosmetik, dari perlengkapan rumah tangga yang plastik-plastik yang seharusnya Indonesia bisa bikin kan, tapi kan harganya tetap nggak bisa bersaing. Nah itu juga banyak banget semua lini tuh kayaknya udah masuk deh produk-produk dari China khususnya ya. Apalagi kayak apa yang berkaitan dengan teknologi gitu kan," imbuh Hermawati.
Senada, Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero menilai penjualan UMKM yang menurun tak lepas dari harga barang bahan baku yang naik. Selain itu, daya beli dan efisiensi dari pemerintah juga menjadi pemicu utamanya.
"Pasti penurunan omset karena daya beli masyarakat yang menurun. Masyarakat sekarang berhitung-hitung mencoba melihat yang mana sih yang menjadi kebutuhan primer. Contoh-contoh sederhana biasanya misalnya beli baju fashion sebulan dua kali, sekali aja...
🔗 Baca di sumber asli
← Kembali ke Beranda